Syair-Syair Layla Majnun

Mengenang pecinta gila yang menghabiskan hidupnya untuk memperjuangkan cinta dan meninggalkan istana hanya demi kebebasan berteriak-teriak memanggil kekasihnya. Kisah romantis ini seakan abadi dan saya akan berbagi syair-syairnya bagi agan-agan yang sedang mencari kesetiaan cinta yang sesungguhnya. cinta yang tak bisa di jual dengan emas permata dan cinta yang menuntut kesetiaan dan pengorbanan. Majnun mengaku ini bukanlah syair yang indah, tapi ini adalah sebuah kerinduan dan jeritan hati karena perpisahan. selamat membaca dan tenggelam dalam zaman si gila...
Syair-Syair Layla Majnun

Akankah dia yang menyalahkanku. Telah melihat wajah Layla yang menarik hati. Sehingga jika mereka memegang jeruk dengan sebuah pisau. Mereka mungkin tidak sengaja akan mengiris tangannya sendiri.
Jika cerita tentang kecantikan seorang gadis terdengar ditelinga semua orang, melalui bisikkan daun-daun tentang kecantikan yang akan dikeluhkan padaku. Wahai para sahabatku, katakan kepadanya yang tidak dia lihat. sehingga dia tahu apa yang telah memikat hatiku.

Siapa yang sehat tidak akan merasa menderita karena luka. Aku tidak akan menceritakan kesedihanku, kecuali dengan orang yang mau bersimpati. akan tidak berguna membicarakan lebah kepada seseorang yang selama hidupnya belum pernah merasakan sengatan. sepanjang ia belum pernah merasakan penderitaan yang kualami. Keadaanku hanya akan menjadi cerita yang tidak berguna.

Duhai betapa dunia akan bermuram durja. Bila engkau tidak pernah berkunjung ke rumah seorang kekasih. Dan tidak memiliki seorang kekasih untuk menghiburmu.
Duhai, mana mungkin cinta akan menyesatkan, jiwa mereka sebenarnya kering, laksana dedaunan diterpa panas mentari. Bagiku cinta adalah keindahan yang membuatku tak bisa memejamkan mata. Remaja manakah yang dapat selamat dari api cinta?
Dan semua yang tampak dari manusia adalah kebencian. namun cinta telah memberi kekuatan pada manusia. Orang-orang yang mencemooh hubungan kita. sesungguhnya mereka tidak tahu, bahwa asmara tersimpan dalam hati.
Layla telah dikurung, dan orang tuanya mengancamku, dengan niat jahat lagi kejam. aku tidak bisa bertemu lagi. ayahku dan ayahnya sesak dada dan sakit hati padaku, bukan karena apapun juga, hanya karena aku mencintai Layla. mereka menganggap cinta adalah dosa. cinta bagi mereka adalah noda yang harus dibasuh hingga bersih. padahal kalbuku telah menjadi tawanannya dan ia juga merindukanku. cinta masuk ke dalam sanubari tanpa kami undang. ia bagai ilham dari langit yang menerobos dan bersemayam dalam jiwa kami. dan kini kami akan mati karena cinta asmara yang telah melilit seluruh jiwa. Katakanlah padaku, pemuda mana yang bisa bebas dari penyakit cinta?

Wahai Layla kekasihku, berjanjilah pada keagungan cinta agar sayap jiwamu dapat terbang bebas, melayanglah bersama cinta laksana anak panah menuju sasaran. cinta tidak pernah membelenggu. karena cinta adalah pembebas, yang akan melepaskan buhul-buhul keberadaan. cinta adalah pembebas dari segala belenggu. walau dalam cinta, setiap cawan adalah kesedihan, namum jiwa pecinta akan memberi kehidupan baru. banyak racun yang harus kita teguk untuk menambah kenikmatan cinta. atas nama cinta, racun yang pahit pun terasa manis. bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pecinta. Dunia ada karena ada cinta.
Wahai angin sampaikan salamku pada Layla! tanyakan padanya apakah dia masih mau berjumpa denganku? apakah ia masih memikirkan diriku? bukankah telah kukorbankan kebahagiaanku demi dirinya? Hingga diri ini terlunta-lunta, sengsara di padang pasir gersang.

Terima kasih atas kunjugannya... tunggu syair-syair majnun selanjutnya....assalamualaikum...
Pulo Aren, 1 Januari 2014 pukul 21.23 WIB...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar